Bienvenue, Hehey
» Adira Jelajah Bumi Papua :: Diajari.Penuh.oleh.Rumpin

Mungkin bisa dibantu :’) satu klik Vote :’) Terimakasih


Kita semua memang dilahirkan dengan kebebasan. Masalahnya adalah, kebebasan kita dibatasi oleh kebebasan orang lain.
Prof. Yayat, mata kuliah Ekoper. (via nadiayuningtyas)

Sebenernya ini cerita udah lama tapi semoga satu post ini bisa mengurangi pelecehan seksual pada perempuan di dunia.

Dulu, kurang lebih beberapa bulan yang lalu, aku sama sahabatku Benjun pergi ke suatu tempat di jalan Progo. Hari itu kita pilih seat yang paling luar.  Aku sama Benjun duduk berhadapan, dan saat itu di depan aku kurang lebih jaraknya beberapa 5/7 langkah dari kursi yang aku dudukin ada seorang bapak-bapak yang duduk, diem, di atas motor.

Saat itu aku kira, bapak-bapak itu adalah bapak-bapak yang duduk di atas motor, pake helm, dan nunggu seseorang yang dia jemput. Tapi… kurang lebih 10 menit bapak-bapak itu gak pergi malah dia terus ngeliatin aku.

15 menit… masih ngeliatin aku.

Dan… gak lama…

Tiba-tiba dia ngebuka celananya, dan ngeliatin alat vitalnya di depan umum tepatnya di atas motor, saat itu emang lagi sepi.

Pas aku sadar, aku langsung nangis ke Benjun. Benjun panik, dan pas Benjun ngeliat bapak-bapak itu udah kaget, panik, dan langsung pergi.

Beberapa hari setelahnya, aku cerita ke Fie, dan ternyata memang ada orang yang memperoleh kepuasannya dengan cara begitu, memperlihatkan ke orang lain, dan ngebuat orang lain sangat terganggu.

Tapi bayangin, ini jalan Progo…. Di parkiran. Astaga, terkutuklah orang-orang kaya gini.


Kalo nanti kamu udah kerja gak usah tiap bulan ngasih uang untuk papa. Gak usah ngasih-ngasih gitu, lebih baik papa makan sama garem aja.
Daddy. Bikin Bandung banjir air mata.

Sekarang, udah gak bisa bedain mana seni mana pornografi. Pokonya yang telanjang-telanjang gitu sebut aja seni.
Penggambar.


(Source: staypozitive, via patcysamantha)

Lagi-lagi masalah agama.

Kurang begitu mengerti tentang filosofi agama. Gimana caranya Tuhan bekerja, gimana caranya Al-Quran turun. Gimana caranya ada gereja, dan semua hal-hal yang berkaitan dengan agama itu ada. Mungkin engga bisa digabungkan dengan filosofi ilmu alam yang bisa dihitung faktanya/itungannya/prosesnya dalam bentuk empiris.

Bukan ingin protes atau curhat. Tapi rasanya ada sesuatu hal yang harus dibetulkan sedikit di suatu tembok besar yang disebut ‘agama’.

Kalau boleh bercerita sedikit (curhat) (padahal tadi niatnya gak mau curhat hehe) aku dilahirin dari keluarga yang *sedikit* religius. Mama sama Papa sering nanya udah solat atau belum, dan ngingetn untuk solat blabla. Kadang aku turutin kadang juga engga. Tapi mungkin sifat klasik dari orangtua jaman dulu dan perspektif orang mengenai agama masih kental banget di pikiran mereka. Berkali-kali aku marah sama mama dan sedikit ngebentak mama pas dia ngometarin orang yang bertato, ngomentarin orang yang beragamanya bukan islam,  Ngomen tentang hal-hal yang menurut dia baca di Al-Quran itu benar. Dan di luar itu semua perspektif adalah salah.

Bukan menghakimi atau apa, tapi rasanya ada sedikit rasa emosi dan ingin mencekik orang-orang yang menjadikan agama mereka adalah batas atau tembok atau tebing yang menjadikan sedikit sisi benci, sedikit sisi yang kasarnya bilang ‘gak harus berteman sama dia karena dia kristen/islam/buddha/hindu’. (Atau mungkin orang2 itu sebenarnya ingin mencekik aku) Mungkin ini adalah salah satu contoh kecil tentang ‘perbedaan’ contoh besarnya bagaimana banyak perang yang terjadi ‘hanya’ karena agama. Kenapa aku masukin kata ‘hanya’, karena menurut perspektf saya yang saya anggap benar, agama bukanlah yang menjadi inti permasalahan, tapi semua itu adalah sifat dasar manusia yang selalu menganggap dirinyalah yang paling benar, tuhannyalah yang paling benar, agamanyalah yang paling benar. Sehingga orang itu ingin menyebarkan kebenaran yang menurut dia benar. Selama dua semester belajar HI ada satu faham yang sangat bisa  diterima, satu semboyan yang disebutkan oleh, Thomas Hobbes, ‘Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya’ mungkin bagaimana suatu manusia ingin berkuasa dan mengatasnamakan agama, dan bagaimana semua perspektif mengenai agama dan seluruh sejarah agama yang mengkaitkan dengan ‘kenapa kita gak sama’.

Semua balik lagi sama salah/benar yang sudah dibuat oleh manusia sendiri. Aku jadi inget satu twitter Sudjiwo Tedjo presiden janc*ukers, dia bilang bahwa kalau ada 3 juta rakyat di dunia ini berarti ada 3 juta Tuhan di dunia ini.

Mungkin, pikiran dan pendapatku mengenai agama dan tembok-temboknya adalah salah satu pikiran kerdil, pikiran sok tahu, pikiran kecil yang tidak masuk akal. Menurutku, tembok-tembok yang mengatasnamakan agama itu adalah buatan manusia, yang tidak bisa terima ketika nilai-nilai kebenarannya tdak diterima orang lain.

Atau mungkin,

Manusia menjadi makhluk yang paling egois untuk menjatuhkan manusia lain. Atau mungkin ketika dalam satu kitab berbicara bahwa perang itu pasti ada, dan perdebatan setiap agama pasti ada, lalu masuk ke dalam sugesti tiap manusia, dan pernyataan Hobbes juga yang menjadi hasil dari analisis.

HUAH.

Banyak kok orang kaya gitu, termasuk Papaku yang satu jam tadi menghakimi salam penutup dari Isa Raja (finalis X-Factor) pas Isa Raja ngomong ‘Salam Damai untuk kita semua’

Lalu, keluarlah pendapat dari sang Papa yang habis shalat Isya, ‘Ih salam Damai! Dia kristen tuh.’

Takut ah mencekik ayah sendiri.

mikelernerphotography:

My Wife’s Fight With Breast Cancer
one of the saddest and most beautiful photo essays I’ve ever seen

I don’t think I could ever be this open photographically showing my wife slowly dying. I couldn’t do it, but this is beautiful.

(Source: algernoncadwallader)

Dua hari yang lalu, di Kampoeng Jazz minjem hape Nandit, untuk sms Bunga.

Tadi sore.

Nandit : Heysaaa temenmu sms aku, kemaren cuma dia pake bahasa sunda smsnya jadi aku gak ngerti. Kamu liat sendiri aja ya.

Lalu smsnya adalah…

Bunga : Hey Mbah Subur teh saha?

:”’)

rarasekar:

popomangun:

YES WE ARE! @sekolahrumpin

So proud of my amazing family!
www.sekolahkitarumpin.blogspot.com

rarasekar:

popomangun:

YES WE ARE! 

So proud of my amazing family!

www.sekolahkitarumpin.blogspot.com

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25   Next »