Bienvenue, Hehey
Irian lagi

Oke kurang dari 5 menit tadi, papa dan aku ngomongin hal penting tentang Irian Jaya. Iya itu tempat plan aku nanti untuk kerja disana.

'Kemaren teh Maya dapet tugas disana. Katanya keadaan disana lumayan agak mengkhawatirkan. Disana orang mabok sama ditembak ditempat udah gak aneh. Disana prinsip orangnya beda-beda. Menurut dia disana benar-benar gak ada kemerdekaan untuk hidup. Coba pikirkan ulang…'

Papa cerita panjang lebar tentang keadaan itu. Aku bukan takut, tapi aku makin tambah berambisi buat kesana. Suatu hari nanti pas aku udah lulus dari satu universitas. Emang dengernya agak miris. Mama aku cerita kalau setiap tahun pengiriman obat malaria ke Irian Jaya semakin tinggi. Dan pembunuh pertama selain penyakit malaria yaitu Aids. Papa juga cerita waktu dia dapet tugas kesana, papa ketemu satu orang bapak-bapak dia berdiri di atas emas kuning yang ditumpuk dan bapak itu sedang nyangkul emas masuk ke dalam Truk besar. Papa aku nanya ‘Pak emas ini mau dikemanain?’ lalu bapak itu jawab, ‘Iya pak ini mau dikirim ke Singapura’ ‘Ini berapa pak kalau dikirim?’ ‘Rp 5000 pak’ ini waktu tahun 2003.

Miris.

66 tahun Indonesia merdeka. Kenapa gak ada usaha untuk ‘membetulkan’ satu hal penting, daerah yang bisa jadi potensial negara. Terus aku masih ngeliat kalau ada perbedaan taraf hidup manusia antara orang kulit putih dan hitam yang keriting.

Well, bukan so’ so’ jagoan. Tapi aku maikn yakin kalau berapa tahun kedepan aku bakal menetap disana. Sampe akhirnya kematian karena malaria turun drastis.

-Heisa.

Tags: irian

5 notes
  1. heheysa posted this